Genjot-Produktivitas-Dosen-ITN-Malang

Peningkatan kualitas pelayanan harus ditopang kondisi fisik yang mumpuni. Kalau dosen dan karyawan sudah sehat secara fisik, maka produktifitas juga akan meningkat. Nah, untuk memastikan kondisi fisik ini kami perlu melakukan general check up. Demikian paparan Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT, wakil ketua P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional) saat ditemui di lokasi acara di kampus I pada (12/5)

Pria yang akrab disapa Kartiko itu menyatakan bahwa dari hasil general check up ini pihaknya memperoleh data kesehatan secara keseluruhan. Dari data ini kemudian akan ketahuan siapa saja dosen dan karyawan masih membutuhkan perawatan lanjutan. “Kegiatan ini lebih kepada deteksi dini, yang sifatnya konsultatif. Jika nanti ada dosen yang butuh penanganan lanjut, maka bisa menggunakan kartu BPJS yang sudah kita buatkan,” terang pria tiga anak itu.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilakukan oleh P2PUTN dalam rangka memastikan kondisi fisik dari orang-orangnya. Apalagi, imbuh Kartiko, dosen teknik ini pekerjaan dan proyeknya cukup banyak sehingga membutuhkan kondisi fisik yang betul-betul fit. “Dari konsultasi nanti mungkin ada beberapa hal yang harus dilakukan sebagai pencegahan. Misalnya, berhenti merokok dulu, atau perbanyak olahraga,” kata dia.

Selain ITN Malang, beberapa tenaga pendidik dan non pendidik sekolah yang masih berada di bawah naungan P2PUTN juga dilakukan general check up. Di antaranya: SMP Nasional, SMK Nasional, dan SMA Nasional. Total peserta yang mengikuti general check up sekitar 420 orang. 200 dari ITN Malang dan 220 dari sekolah-sekolah.

Sementara itu, Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT, rektor ITN Malang menyambut baik program P2PUTN ini. Menurutnya, dengan demikian maka para tenaga pengajar dan non pengajar di ITN Malang akan selalu diketahui kondisi fisiknya. “Sebagai pimpinan ITN Malang, saya sangat senang dengan kegiatan ini. Kita kan jadi kondisi kesehatan kita. Dan ini penting secara kelembagaan bagi ITN malang,” terangnya saat ditemui usai diambil sampel darahnya. (her)