Sunday-Sketch-Ekspresikan-Kreatifitas-Mahasiswa-ITN-Malang-2

Sekitar 80 karya sketsa, photo booth dan spanduk menarik perhatian pengunjung Car Free Day (CFD) di seputaran Gereja Ijen, Jl. Besar Ijen Malang, Minggu (12/3). Tak salah lagi, ini adalah pameran karya mahasiswa ITN Malang yang tergabung dalam Sketch Club ITN Malang. Mengambil tema “Sunday Sketch” sesuai hari digelarnya, karya ini digelar untuk mengenalkan hasil sketsa mahasiswa kepada masyarakat. “Kita ingin mengenalkan ITN khususnya arsitektur pada masyarakat. Memperlihatkan indahnya sketsa tangan di antara banyaknya teknologi menggambar,” terang Andhika Cholil Gibran anggota Sketch Club.

Sunday-Sketch-Ekspresikan-Kreatifitas-Mahasiswa-ITN-Malang

Mengambil lokasi di depan Gereja Ijen bukanlah tanpa alasan. Selain lokasinya ramai, Gereja Ijen yang indah juga menjadi sasaran sketsa on the spot bersama. Bagi mahasiswa ITN Malang sketsa on the spot tidaklah asing. Karena sejak berdirinya Sketch Club beberapa bulan yang lalu, hampir tiap Minggu mereka mengadakan sketsa on the spot. Paling banyak obyek yang disketsa adalah bangunan-bangunan tua. Bahkan di “Sunday Sketch” ada yang menawar untuk membeli. ”Banyak yang menawar ingin membeli, tapi berhubung itu karya mahasiswa lain maka kami tidak berani jual,” ungkapnya.

Untuk mengabadikan moment kepada pengunjung maka disedikan photo booth. Tak sepi photo booth dari kunjungan, mulai foto sendirian maupun berbarengan.Photo booth bergambar masjid tersebut ternyata memiliki keunikan sendiri. Masjid dilukis di kertas yang sudah setengah hancur sehingga menghasilkan efek timbul. Menurut Rizal Mursalin si empunya ide, hal ini untuk mencari tekstur kertas agar keluar. “Kalau dibiarkan kertas halus seperti melukis di dinding, tidak ada khasnya. Makanya perlu dihancurkan seperti kertas bekas agar keluar teksturnya,” terang mahasiswa asal Tasik Jabar ini. (sar)