BAAK : Ijazah dan Transkrip Akademik Sukses Dibagikan Saat Wisuda

Prosesi upacara wisuda ke-57 Tahun 2017 ITN Malang berjalan dengan baik dan lancar. Tiap tahun panitia melakukan evaluasi dan perbaikan, baik itu tempat upacara sampai pelayanan kepada orang tua wisudawan dan undangan. Di balik itu semua ada satu tim yang merasa was-was namun optimis. Ialah Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) yang bertanggung jawab mengenai ijazah dan transkrip akademik harus sampai ke tangan masing-masing wisudawan saat wisuda.

Ir. Ida Bagus Suardika MM, KABIRO BAAK menyampaikan, wisuda ke-57 Tahun 2017 ini semua ijazah dan transkip akademik diberikan kepada wisudawan saat upacara prosesi pengukuhan. Sebenarnya ijazah dan transkrip akademik sudah akan diberikan sejak tahun kemarin, namun karena beberapa hal belum bisa terlaksana. Ijazah dan transkrip diberikan kepada mahasiswa yang sudah memenuhi syarat Form A1, dimana tidak mempunyai tanggungan kepada perpustakaan, jurusan dan keuangan. “Tahun kemarin sudah kita coba berikan pada jurusan geodesi tapi setelah acara pengukuhan oleh Rektor. Dan ternyata berhasil, sukses, maka untuk selanjutnya kami optimis bisa melakukan ke seluruh mahasiswa. Dengan syarat mahasiswa sudah tidak memiliki tanggungan,” terangnya kepada itnmalangnews.com, Jumat (10/3).

Biasanya wisudawan saat pengukuhan akan diberikan selongsongan, untuk Wisuda ke-57 dan seterunya wisudawan akan memperoleh map. Map tersebut berisi ijazah, transkrip akademik, piagam wisuda, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan janji wisudawan. Sedangkan bagi wisudawan yang belum lengkap Form A1 akan memperoleh map dengan isi yang sama tanpa ijazah dan transkrip. “Dari 491 wisudawan, yang memenuhi syarat ada 391. Sisanya masih ada kendala dalam tugas dan revisi-revisi,” ungkap KABIRO BAAK.

Lebih jauh KABIRO yang memiliki moto kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas ini berharap nantinya begitu mahasiswa diyudisium untuk Form A1 sudah tidak ada masalah. Perlu adanya komunikasi efektif antara prodi, keuangan, perpustakaan dan BAAK guna menuju perbaikan. Meskipun terkendala SDM namun BAAK tetap optimis akan adanya perbaikan. “Mahasiswa adalah pelanggan harus diladeni dengan baik. Inilah fungsi BAAK sebagai dapurnya pelayanan. Maka BAAK membutuhkan SDM yang loyal,” pungkasnya. (sar)