Anak Tukang Krupuk Menjadi Wisudawan Terbaik Teknik Informatika ITN Malang

Dilahirkan dari seorang penjual kerupuk sama sekali tidak membuat Dodi Rismawan Affruddin minder dalam belajar. Dodik, sapaan akrabnya justru membuktikan bahwa untuk menjadi terbaik tidak peduli dari mana asal keluarga. Perjuangan dan usaha keras serta ketekunanlah yang menjadi penentu akhir bagaimana kualitas seseorang itu. Dodik resmi dinobatkan sebagai wisudawan terbaik jurusan teknik informatika Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang angkatan 57 periode I tahun 2017.

Ditemui di kampus I, Dodik menceritakan perjalanan selama proses belajar di kampus biru. Menurutnya, setamat jenjang SMA dirinya sempat dilarang oleh orang tuanya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Mengingat keadaan ekonomi keluarga yang belum baik. Ibunya seorang rumah tangga biasa, ayahnya sebagai pedagang kerupuk selama 25 tahun. Tapi Dodik pantang menyerah, dia yakin bahwa sekolah adalah cara paling sederhana untuk mengubah martabat diri dan keluarga.

Akhirnya dia masuk ITN Malang jurusan Teknik Informatika S1. Benar saja selama proses studi sempat beberapa kali kekurangan dana. Alhasil dia harus memutar otak mencari solusi. Dia sambil bekerja di CV. Reach U Solusion dibidang digital branding, dia berposisi sebagai programmer. Selain itu, dia membuka les bimbingan skripsi. Les ini rupanya banyak peminatnya, dan dia mendapat bayaran 600 ribu rupiah per orang, dengan ketentuan 8 kali pertemuan seminggu dua kali dan setiap pertemuan 3 jam lamanya. “Nah dari situ saya dapat tambahan biaya untuk kuliah saya,” kenangnya.

Untuk skripsi anak pasangan Suyamin dan Eko Nuru Fatchunudin itu menciptakan alat sistem deteksi untuk keamanan rumah elit. Alat ini semacam CCTV tetapi sudah terintegrasi dengan android. Sehingga jika ada orang yang mencurigakan maka akan bisa langsung diamati melalui android yang ada di tangannya, dan tidak perlu membawa TV besar.

Bagaimana mengetahui bahwa ada yang mencurigakan di jika android ditaruk di saku celana? Menurut pemuda asal Blitar tersebut temuannya berupa applikasi yaitu Home Scurity App. Aplikasi ini memiliki notifikasi seperti BBM dan Whatsapp. Jadi jika ada yang mencurigakan yang tertangkap oleh CCTV, maka notifikasi akan aktif. Sehingga pemilik rumah dapat langsung melihat apa yang terjadi melalui applikasinya. Dengan temuan ini diharapkan dapat membantu keamanan rumah masyarakat.

Berkat kreativitasnya itu, Dodik mendapat proyek dari PT PLN transmisi Jawa-Bali. Dia diminta untuk mengerjakan izin kerja online dari para karyawannya. Dan proyek itu sudah dikerjakan dengan baik olehnya. “Selama dua bulan saya mengerjakannya, dan sudah selesai,” tuturnya.

Kini, pasca wisuda ini Dodik sedang mempersiapkan CV. DAPP Solution, yaitu CV yang bergerak dibidang sofware dan proyek sistem perumahan. “Rencanya CV akan ditaruk di rumah Blitar,” kata dia. (her)