ITN-Malang-Luncurkan-Mobil-Hemat-Energi-Untuk-Ajang-Internasional-di-Singapura

Tepuk tangan yang meriah pantas rasanya diberikan pada Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Betapa tidak, kampus biru ini berani beradu kreativitas di ajang internasional, yaitu lomba mobil irit kriteria gasoline tingkat Asia di Singapura.

Kepastian berpartisipasinya kampus beralamat Jl. Sigura-gura ini ditetapkan setelah Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT, Rektor ITN Malang me-lauching tim beserta mobil sebelum dipaketkan ke negara patung singa itu di Aula kampus I kemarin.

Anissatul Karimah, manajer tim yang diberi nama UART G-UV (Uber Allies Racing Team Gasoline- Urban Vehicle), menceritakan bahwa ini merupakan pengalaman pertama di ajang internasional. Namun untuk level nasional timnya sudah beberapa kali berpartisipasi. “Untuk nasional kita sudah dua kali ikut, tahun 2012 dan tahun 2014,” terang dara asal Kepanjen Malang tersebut. Pengalaman itulah yang membuat dirinya berani ikut di ajang yang akan gelar pada 15-19 Februari mendatang.

Anissatul, sapaan akrabnya, merasa sangat spesial dengan lomba kali ini bukan hanya karena pertama kali, tetapi dirinya memiliki kesempatan untuk bersaing dengan setidaknya 122 negara se-Asia dan sekitar 300 tim. ITN Malang merupakan satu dari tiga kampus Malang yang ikut di ajang ini. Dua kampus lainnya adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Brawijaya (UB).

Dalam acara bertajuk Grand Launching Kreativitas Mahasiswa Mesin S-1 ITN Malang 2017 itu, mahasiswi 20 tahun itu juga bercerita proses pendaftaran hingga dinyatakan boleh mengikuti kontes mobil irit Shell Eco-Marathon itu. Ada tiga tahap yang harus dilalui. Tahap I pendaftaran online membuat review, design, dan penggeraknya. Tahap II akomodasi berkaitan dengan reservasi dan transportasi. Tahap III pengiriman mobil. “Pendaftaran kita pada pertengahan 2016 lalu, dan sekarang tinggal saving mobil,” tuturnya.

Tim UART G-UV terdiri dari 7 orang di antaranya: Anissatul Karimah, Irvan Yulian Mahardika, Sholekhudin, Handrianus Hibur Janu, Muhammad Imron, Maolana Waliyul Amri, dan Wisnu Aribudiawan Rahman. Sementara dosen pendamping yaitu Eko Yohanes Setyawan, ST, MT. (her)