Guru Besar dan Doktor ITN Malang Untuk Antisipasi Permen-20/2017

Ditekennya peraturan menteri riset dan teknologi nomor 20/2017 pada tahun ini membawa dampak yang penting bagi dosen dan guru besar di universitas. Betapa tidak, pada peraturan itu ada kewajiban ilmiah yang harus dituntaskan oleh para dosen. Khususnya pada pasal 4 dan 8. Pasal 4 mengatakan bahwa selama tiga tahun lektor kepala wajib membuat 3 artikel penelitian yang dimuat di jurnal nasional dan 1 artikel di jurnal intenasional.
Sementara pasal 8 berkaitan dengan tunjangan kehormatan guru besar yang disertai dengan kawajiban membuat artikel. Selama tiga tahun wajib membuat 3 artikel di jurnal internasional dan 1 artikel di jurnal internasional bereputasi. Tentu saja bagi sebagian dosen ini terkesan memberatkan, namun tidak sama sekali bagi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT, Rektor ITN Malang, menyatakan peraturan ini justru memberi dorongan bagi Perguruan Tinggi untuk mengatur strategi dan langkah-langkah. Saat ini kampus biru, imbuh Lalu, telah melakukan dua langkah penting menghadapi peraturan ini. Di antaranya: mempersiapkan dosen yang sudah lektor kepala untuk segera membuat artikel dari riset yang sudah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. “Karena banyak dosen yang sudah melakukan penelitian tinggal dibuatkan artikrlanya saja,” tutur pria asal Lombok itu saat ditemui di ruang kerjanya.

Kemudian langkah kedua adalah membuat bengkel artikel guru besar dan doktor untuk membuat program percepatan penyelesaian artikel. Di sini juga akan dilibatkan pakar-pakar dari luar ITN Malang untuk memberi tambahan trik-trik pembuatan artikel. “Para pakar ini nanti bisa dilibatkan dalam bentuk worshop dan kegiatan yang membantu lainnya,” lanjut alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM) itu. (her)