ITN Malang Masuk Jajaran Kampus Swasta Terbaik

Keseriusan ITN Malang di dunia pendidikan semakin hari semakin dirasakan oleh seluruh civitas akademika ITN dan masyarakat. Terbukti, tahun ini ITN Malang berhasil meraih penghargaan Anugerah Kampus Unggulan (AKU) Predikat Utama dan termasuk jajaran kampus swasta terbaik.

“Predikat ini menjadi bukti bahwa ITN Malang merupakan PTS (perguruan tinggi swasta) yang berkualitas, unggulan serta terindikasi sebagai kampus yang mampu bersaing di era globalisasi,” ungkap Rektor ITN Malang Dr.Ir.Lalu Mulyadi,MT kepada itnmalangnews.com saat ditemuai di ruangannya.

Penghargaan AKU yang menjadi salah satu tolok ukur kampus swasta terbaik, lanjutnya, diberikan untuk mengapresiasi PTS di lingkungan Kopertis Wilayah VII yang telah bekerja keras mendapatkan prestasi perguruan tinggi kurun waktu Januari-Desember 2014. Penilaian dibagi berdasarkan pada 4 bidang, yaitu Kelembagaan dan Kerjasama, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pembelajaran dan Kemahasiswaan

“Alhasil perolehan nilaiannya pun cukup tinggi dan menempatkan urutan ke 8 dari 300 perguruan tinggi swasta di Wilayah VII,” jelas Lalu Mulyadi.

Ia menambahkan berbagai prestasi akademik dan penghargaan yang diraih para mahasiswa dan dosen ITN Malang juga sebagai penilaian tersendiri seperti halnya juara dalam ajang bergensi tingkat regional maupun nasional. Seperti inovasi dari mahasiswa Teknik Mesin yang menembus peringkat 6 di ajang lomba kapal cepat tak berawak pada tahun 2014 lalu. Hal ini semakin menguatkan posisi ITN Malang kampus swasta terbaik.

“Untuk tahun ini 2015 ITN Malang berhasil meraih juara 4 Tingkat Regional IV dalam Kontes Robot Seni Tari (KRSI), karya mahasiswa Teknik Elektro di STIKOM Surabaya pada 30 April sampai 2 Mei 2015 lalu,” terangnya kepada itnmalangnews.com.

Lalu mulyadi menambahkan, bahwa prestasi yang selalu menghiasi kampus setiap tahunnya ini menjadi bukti dari kualitas pendidikan yang ada. Kualitas ini makin dikuatkan dengan status akreditasi program studi yang kini sudah meningkat.

“Dari 15 prodi 87 persen sudah akreditasi B, hanya 2 saja atau cuma 13 persen saja yang terakreditasi C,” pungkasnya.