perayaan-natal-keluarga-besar-itn-malang-berlangsung-khitmat

Dibuka dengan lagu Hai Mari Berhimpun perayaan natal keluarga besar ITN Malang berlangsung khidmat. Sekitar 200 peserta mengikuti keseluruhan acara dari awal hingga akhir. Acara bertema Kasih Mempersatukan Kita Dalam Keberagaman tersebut diisi oleh beberapa acara mulai dari membacakan Yohanes 3:5 dalam enam bahasa: Indonesia, Jawa, Batak Toba, Bali, Toraja, dan bahasa Inggris. Keragaman bahasa ini menunjukkan bahwa keluarga besar Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berasal dari keberagaman suku dan etnis namun tetap bersatu.
Selain itu, juga diisi oleh lagu-lagu yang dibawakan oleh paduan suara ITN Malang. Dan yang tak kalah pentingnya adalah penyampaian pesan Natal. Yang di sampaikan oleh Romo Agustinus I Nyoman Murketi, SVD dan pendeta Astrid Herdata. Keduanya menyampaikan pesan yang sangat penting untuk umat kristiani.

Romo Agustinus menjelaskan bahwa kehadiran Yesus ditengah-tengah umat Israel adalah untuk menyelamatkan umat manusia yang saat itu sedang dilanda prahara. Namun sayangnya umat yang belum beriman saat itu tidak dapat melihat kehadiran Yesus ditengah mereka. “Kebutaan keimanan mereka sehingga tak dapat melihat kehadiran Tuhan, malah menyalibnya,” tuturnya.

Karena itu, menurutnya keimanan sangat penting dalam beragama. Tanpanya manusia tidak akan dapat memaknai apa-apa dari kehidupan ini. Tiadanya keimanan akan melihat mutiara sebagai sampah. “Tetapi dengan keimanan kita semua dapat melihat mutiara ditengah-tengah sampah,” kata Romo Agustinus.

Dia juga mengatakan bahwa manusia harus mampu mengaplikasikan cinta kasih yang sudah diajarkan oleh Yesus. Orang yang beriman pada Yesus akan selalu bergembira karena telah menemukan mutiara dalam tumpukan sampah. “Mari kita wujudkan cinta kasih Yesus, pada saudara-saudara di sekitar kita,” kata dia.

Sementara itu pendeta Astrid mengatakan hal yang sama. Menurutnya kehadiran Yesus adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu. Turunnya firman lalu menjadi Yesus adalah bukti cinta kasih Tuhan kepada manusia. Tuhan telah memberikan putra tunggalnya untuk manusia. “Karena itu, mari kita wujudkan cinta kasih ini kepada orang-orang di sekitar kita,” katanya. (her)