menjaga-keragaman-itn-malang-pastikan-bangun-semi-gereja-tahun-2017

Bekerja dalam keberagaman, menghormati perbedaan, saling menjaga perasaan antar perbedaan suku dan agama adalah prinsip yang sejauh ini dipegang teguh oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Karena itulah kampus biru itu tetap kukuh berdiri dan telah mencapai prestasi ditingkat nasional dan internasional. Hal itulah yang ingin dipertahankan oleh Dr. Ir. Lalu Mulyadi,MT, Rektor ITN Malang dalam sambutannya di acara peringatan natal di aula kampus I.

Menurut pria yang akrab disapa Lalu tersebut Natal harus membawa cinta kasih, kedamaian, dan kesejahteraan bagi semua dan khsusnya bagi ITN Malang. Baginya, hanya cinta kasih yang dapat mempertahankan perbedaan dalam keragaman.

Dalam acara bertema Kasih Mempersatukan Kita Dalam Keberagaman, pria asal Lombok tersebut mengapresiasi para civitas akademika yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Acara tersebut menunjukkan bahwa ibadah dan spritualitas masih tejaga di lingkungan ITN Malang. “Saya ingin mengungkapkan kegembiraan. Karena dalam kesibukan kita masih bisa beribadah dan menjaga kerohanian kita,” tuturnya.

Lalu juga meminta peserta untuk lebih dalam lagi memaknai Natal. Tidak lupa bersyukur masih diberi kesehatan oleh Tuhan. Karena di penghujung 2016 ini ITN Malang telah kehilangan putra terbaiknya yang telah lebih dulu menghadap pada sang ilahi. Dia adalah Prof. Sutriyono, direktur pasca sarjana. “Mari kita semua tundukkan kepala, dan panjatkan doa buat beliau. Mari kita ikhlaskan kepergiannya,” tuturnya.

Di penghujung sambutannya alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM) itu menyampaikan hal penting. Bahwa pada Januari 2017 ini akan dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan semi gereja di kampus 2. “Demi menjaga keragaman, semoga pada 2017 bangunan semi gereja sudah berdiri di kampus 2,” tuturnya. (her)